hukum judi online

Larangan QQ Online Berdasarkan Hukum Pidana

QQ Online sebagai suatu proses yang bersifat sistemik, maka penegakan hukum pidana menampakkan diri sebagai penerapan hukum pidana (criminal law application) yang melibatkan pelbagai sub sistem struktural berupa aparat kepolisian, kejaksaan, pengadilan dan pemasyarakatan.

Caranya yaitu pada situs permainan judi online melalui layanan seperti Live Chat. Layanan judi bet online ini biasanya akan hingga 24 jam tentunya dengan pihak Customer Service agen taruhan judi online terkait maka jangan sampai anda tidak mengetahui bahwa dampak yang tidak pasti hingga membuat anda menjadi orang yang pecandu judi online.

Kenapa harus seperti qq online, dengan begitu maka para anggota game judi online pun dapat tahu status dari bank yang memang sedang online. Anggota situs judi taruhan online juga bisa tahu mana layanan transaksi yang normal atau yang offline.

Pandangan Judi Online Menurut UU

Pembuktian dalam hukum acara pidana merupakan dasar bagi hakim untuk menarik kesimpulan ataupun menjatuhkan pidana dalam sidang pengadilan dan menyatakan bahwa seorang terdakwa terbukti secara sah atau tidak terbukti dalam melakukan suatu tindak pidana yang didakwakan terhadapnya termasuk di dalamnya tentu saja lembaga penasehat hukum. Dalam hal ini penerapan hukum termasuk juga judi online di situs qq online .

Anda harus bisa tahu cara untuk mendapatkan kemenangan besar dalam game judi online seperti qq online. Tentu yang memang diinginkan para pengguna situs judi taruhan online adalah kemenangan besar. Sehingga berjudi qq online bisa sangat menguntungkan nantinya. Untuk bisa mendapatkan kemenangan taruhan uang pada qq online tentu akan ada banyak caranya. Situs judi qq online terpercaya akan mampu memberi panduan lengkap seputar tips permainan judi online tertentu. Sehingga Anda nantinya akan bisa bermain judi bet online dengan menerapkan trik dan juga strategi. Sebenarnya tak terlalu susah untuk menemukan trik taruhan judi online dan juga strategi yang memang efektif.

Sesuai dengan Pasal 183 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana yang mengatur penjatuhan pidana oleh hakim melalui proses pembuktian tentang hukum acara pidana mengenal beberapa macam teori pembuktian yang menjadi pegangan hakim di dalam melakukan pemeriksaan terhadap terdakwa disidang pengadilan. Termasuk juga dalam kasus perjudian online di situs qq online.

Pandangan Judi Online Menurut Hukum Lainnya

Pada sebuah proses penyelesaian perkara pidana, haruslah dicari suatu kebenaran materiil. Pencarian kebenaran materiil ini tentunya harus melalui suatu proses pembuktian, suatu proses yang paling penting dalam hukum acara pidana.

Hukum acara pidana dalam bidang pembuktian mengenal adanya barang bukti dan alat bukti, dimana keduanya diperlukan dalam persidangan untuk membuktikan tindak pidana yang didakwakan terhadap terdakwa termasuk di situs qq online. Barang bukti adalah benda-benda yang tersangkut dalam suatu tindak pidana. Sedangkan alat bukti yang sah untuk diajukan di depan persidangan, sebagaimana diatur dalam Pasal 184 KUHAP adalah : a. Keterangan Saksi; b. Keterangan Ahli; c. Surat; d. Petunjuk; e. Keterangan Terdakwa.

Selanjutnya, terkait dengan pembuktian tindak pidana perjudian di dalam dalam Pasal 1 ayat (2) KUHAP : “Penyidikan adalah serangkaian tindakan penyidik dalam hal dan menurut cara yang diatur dalam undang-undang  Pasal 303 ayat 1 KUHP diubah menjadi hukuman penjara selama-lamanya 11 tahun atau denda sebanyak-banyaknya Rp. 25.000.000 (dua puluh lima juta rupiah).

Penegakan hukum oleh pihak berwenang wajib memperhatikan asas hukum dalam Pasal 1 KUHP yang menyatakan :”Tiada suatu perbuatan yang boleh dihukum melainkan atas kekuatan aturan pidana dalam undang-undang yang terdahulu dari perbuatan itu.”

Namun penyidikan terhadap tindak pidana perjudian termasuk judi online di situs qq online  ternyata masih menemui hambatan ketika dihadapkan dengan proses pembuktian perjudian melalui internet, karena dalam KUHAP tidak diatur adanya unsur-unsur tentang tindak perjudian. Oleh karena itu untuk menanggulangi perjudian yang dilakukan di internet termasuk judi online di situs qq online telah dikeluarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, dengan ancaman Pasal 48 dalam ayat 1.